Connect with us

Daerah

Gunakan Alsintan, Pertanian Hemat Biaya dan Waktu

Published

on

Gunakan Alsintan, Pertanian Hemat Biaya dan Waktu

PUBLIKASI-INDONESIA.COM–Soppeng merupakan salah satu kabupaten lumbung pangan khususnya padi di  Provinsi Sulawesi Selatan, berjarak kurang lebih 150 Km dari ibukota Makassar.

Kabupaten ini terbilang unik, karena terletak pada despresiasi sungai Walennae dan daratan serta perbukitan dan tidak memiliki wilayah pantai/lautan.

Meski tidak memiliki pantai, Soppeng termasuk sentra produksi beras yang memasok persediaan beras di Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia Timur khususnya dan beberapa pulau di Kalimantan dan Jawa pada umumnya.

Dalam setahunnya, kabupaten ini paling tidak bisa melakukan 2 kali panen raya. Karena sebagian besar lahan pertanian memiliki irigasi teknis, meski sebagian juga masih terdapat lahan tadah hujan. Hal ini tak lepas dari semangat petani dan supporting/pendampingan dari penyuluh pertanian setempat.

Pemanfaatan Mesin Pertanian atau ALSINTAN baik itu TR2, TR4, Combine Harverster,  Pompa Air dan sebagainya tentu sangat menunjang dalam percepatan luas tanam begitu pula saat panen.

Karena dengan adanya Mesin Pertanian, petani dapat lebih mudah mengolah lahan pertanian yang luas, efektif dan ekonomis, utamanya dalam mengatasi masalah ketersediaan tenaga kerja yang kurang bisa teratasi, dimana tenaga manusia tidak terlalu besar dibutuhkan sehingga pengolahan lebih praktis, efisien, efektif serta kualitas hasil pengolahan tanah dapat lebih baik, waktu lebih cepat serta keuntungan hasil produksi juga lebih besar.

Alwi, Penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng  saat mendampingi petani di lokasi pengolahan tanah mengatakan upaya-upaya peningkatkan produksi dan produktivitas pertanian ia lakukan sebagai Penyuluh di Desa Goarie Kec. Marioriwawo ini, yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan handtraktor (TR2), maupun alsin lainnya yang merupakan bantuan pemerintah yang telah disalurkan beberapa waktu lalu.

“Dan Alhamdulillah saat ini kita sudah memanfaatkan dan petani sudah menikmati, sehingga kelihatan di lapangan pengolahan tanah sudah dapat dilakukan secara serentak diseluruh anggota kelompok tani pada hamparan yang luas,” urainya.

“Kemudian upaya lain yang dilakukan dengan menggunakan mesin panen atau combine harverster, sehingga masa panen bisa dipercepat”, tambahnya.

“Kami biasanya memerlukan waktu 2-3 Hari untuk panen perhektarnya, namun sejak menggunakan mesin pertanian ini hanya 2-3 Jam saja per Hektarnya dan hasilnya juga lebih bersih,” ujar Husni selaku petani di Kec. Marioriwawo.

Demikian juga halnya penggunaan mesin TR2 pada pengolahan lahan, tidak perlu waktu yang lama sehingga bisa mempercepat waktu tanam.

Hanya saja kendala/ keterbatasan yang petanu alami adalah lahan masih tadah hujan,  sehingga beberapa musim tanam yang lalu kadang petani hanya satu kali saja panen, diakibatkan karena curah hujan yang tidak merata/sedikit namun tetap kita upayakan mengatasinya dengan menggunakan pompa air.

“Harapan kami kedepan jikalau ada bantuan pompa air selanjutnya, berharap bisa diberikan kelompok di daerah ini demi untuk mengatasi permasalahan kekurangan air yang ada di kelompok tani khususnya di Kec. Marioriwawo,” pungkas Husni.

Laporan : AT

Editor     : Ds

Trending