Publikasi Indonesia
  • Home
  • Daerah
  • Sobag dan Kansang jadi Buruan Warga saat Tengah Malam di Bantaeng, Ternyata ini!
Daerah

Sobag dan Kansang jadi Buruan Warga saat Tengah Malam di Bantaeng, Ternyata ini!

Bantaeng

PUBLIKASI-INDONESIA.COM–Ansar (44) pemilik Kios Bule di bilangan Kampung Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng adalah salah satu penjual makanan untuk santap sahur selama Ramadhan 1440 H.

Di tempatnya dijual Songkolo Bagadang (nasi uduk) dan Kanre Santang (nasi santan,red). Anda yang berencana Sahur Puasa Ramadhan bisa memasukkan ke dalam daftar makanan #AntiRibet saat sahur atau now! neko-neko alias simpel penyajian

“Sudah 6 atau 7 tahun mungkin Saya jualan songkolo bagadang dan kanre santang. Alhamdulillah dari waktu ke waktu pembeli terus bertambah”, jelasnya.

Disamping harganya terbilang murah meria (Mume), hanya 10 ribu Rupiah per bungkusnya, juga tidak sulit menemukannya jika Anda berada di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Letaknya di Jalan Pahlawan, berhadapan langsung dengan jalan poros yang menghubungkan antara Kota Makassar dengan Kabupaten Bulukumba di sisi Timur Kabupaten Bantaeng.

Uniknya lagi kanre santang ini dibungkus dengan daun pisang dan direkatkan dengan sebuah kayu kecil mirip tusuk sate, bukan dengan peluru hecter. Kalau songkolo bagadang menggunakan wadah kertas khusus untuk pembungkus nasi.

Menikmati kanre santang akan semakin enak bersama sayur dan sambel atau cobek tomat yang turut diberikan saat pembelian. Demikian halnya songkolo bagadang yang sudah ditaburi parutan kelapa, juga disiapkan cobek untuk menambah cita rasa.

Ansar mengaku kebanjiran pembeli mulai tengah malam hingga menjelang waktu sahur setiap harinya. Dia sendiri baru 2 malam menjual karena pertimbangan tertentu.

“Jam 12 malam itu mulai mi (sudah mulai) datang pembeli pak. Ada juga yang melintas dan singgah”, bebernya.

Sementara di lokasi tersebut terdapat sekitar 30 lebih penjual. Dalam sehari tidak kurang dari 50 bungkus dibuatnya, malah bisa mencapai 60 bungkus.

Apalagi kalau ada permintaan atau pesanan jumlahnya lebih lagi. Beda lagi kalau di luar bulan suci Ramadhan, sehari bisa 100 sampai 150 bungkus.

“Kalau di luar bulan puasa itu malah ada yang memesan untuk kegiatan. Pesanannya bisa 200 bungkus atau lebih”, tutur Ansar.

Related posts

Unggul di Pilkades 2018, ABD Haris : Terima Kasih Kepada Masyarakat BM

publikasi indonesia

50 Tukang dan Mandor di Bantaeng Dilatih Tim Semen Bosowa 

publikasi indonesia

Rutan Klas IIB Bantaeng Patut Diapresiasi Tingkatkan Minat Baca Al-quran Terhadap Warga Binaan

publikasi indonesia

Leave a Comment